Kajian Historis-Teologis Kontroversi Iman-Perbuatan Paulus-Yakobus dan Implikasinya bagi Pemuridan
Keywords:
Faith, Work, Solafide, justification, discipleship, historical theologyAbstract
Sejak Reformasi, Yakobus 2:24: “manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman”, telah menjadi sumber kontroversi khusus di dalam surat yang sudah diperdebatkan. Artikel ini menelusuri transformasi historis-teologis dari ketegangan antara penekanan Paulus tentang pembenaran oleh iman dan penekanan Yakobus tentang iman yang bekerja melalui perbuatan. Dengan mengikuti jejak penerimaan surat Yakobus pada masa patristik dan abad pertengahan, polarisasi yang muncul di era Reformasi, serta upaya rekonsiliasi dalam teologi kontemporer, studi ini menunjukkan bahwa kedua rasul tidak saling bertentangan, melainkan berbicara kepada konteks polemik yang berbeda. Paulus menolak eksklusivisme etnis yang mengandalkan tanda tanda hukum Taurat, sedangkan Yakobus menolak iman nominal yang tidak menghasilkan kasih. Kajian ini juga memperhitungkan perbedaan penggunaan kata δικαιοῦν (membenarkan) oleh kedua rasul serta perbedaan antara “perbuatan hukum Taurat” (ἔργα νόμου) dan perbuatan kasih yang menjadi buah iman. Dari sintesis tersebut lahirlah kerangka praktis bagi pemuridan dan pengajaran gereja kontemporer yang menghindari legalisme maupun antinomianisme. Hasil kajian menegaskan bahwa iman yang membenarkan selalu bersifat relasional dan secara organik menghasilkan perbuatan sebagai buahnya.
