Pendampingan Pastoral dengan Pendekatan Client Centered Therapy dalam Membangun Kembali Pengharapan di Jemaat Miskin Korban Perampasan Lahan di GKPI Jemaat Khusus Pandumaan Doloksanggul
Keywords:
Pendampingan Pastoral, Client Centered Therapy, pengharapan, jemaat miskin, perampasan lahanAbstract
Kemiskinan merupakan persoalan yang terjadi di seluruh dunia, definisi kemiskinan sangat beragam, mulai dari sekedar ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan, kurangnya kesempatan berusaha, hingga dalam pengertian yang lebih luas. Dalam arti sempit, kemiskinan dipahami sebagai keadaan kekurangan uang dan barang untuk menjamin keberlangsungan hidup. Penelitian ini menelaah penerapan pendampingan pastoral berbasis Client-Centered Therapy (CCT) untuk membangun kembali pengharapan di antara jemaat miskin yang menjadi korban perampasan lahan di GKPI Pandumaan Dolok Sanggul. Latar belakang studi ini adalah dampak psiko-sosial yang signifikan termasuk kehilangan mata pencaharian, rasa tidak berdaya, trauma, dan penurunan solidaritas komunitas yang dialami korban setelah perampasan lahan. Pendampingan pastoral dirancang sebagai intervensi holistik yang menggabungkan dukungan spiritual, konseling empatik, dan fasilitasi sumber daya lokal. Metode yang digunakan adalah studi tindakan partisipatif (participatory action research) dengan sampel purposif anggota jemaat terdampak; data dikumpulkan melalui wawancara semi-struktural, diskusi kelompok terfokus, observasi partisipatif, dan catatan reflektif pendamping. Intervensi menekankan prinsip CCT: sikap kongruen, penerimaan tanpa syarat, dan empati terapeutik, yang diwujudkan oleh pelayan gereja terlatih melalui sesi individual dan kelompok, serta kegiatan komunitas yang memperkuat jaringan sosial dan kapasitas coping. Analisis tematik mengindikasikan bahwa kombinasi dukungan spiritual dan pendekatan client-centered mempercepat proses pemulihan harapan dengan memulihkan rasa kontrol internal dan memperkuat keterikatan sosial.
