PRINSIP-PRINSIP PENAFSIRAN PENGGUNAAN SEPTUAGINTA (LXX) OLEH PENULIS PERJANJIAN BARU DALAM MENGUTIP PERJANJIAN LAMA

Authors

  • Dedi Bastanta Author
  • Wahyu Triwira Tarigan Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Medan image/svg+xml Author

Keywords:

Septuaginta, LXX, Hermeneutika, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama

Abstract

Allah berbicara dalam semua bahasa manusia. Allah tidak berbicara hanya dalam satu bahasa seperti Bahasa Ibrani saja, atau Bahasa Aram saja, atau Bahasa Latin saja, atau bahkan dalam Bahasa Yunani saja. Bahasa hanyalah alat atau sarana, namun yang terpenting adalah apa maksud Allah bagi umat manusia dalam setiap bahasa mereka. Memang kehadiran teks LXX merupakan momentum yang sangat tepat di mana bahasa Yunani dikenal dan diketahui secara luas setelah Alexander Agung berkuasa. Bahkan sekalipun Kekaisaran Romawi sudah menguasai dunia di abad pertama, namun kaisar Roma tidak berhasil menjadikan Bahasa Latin sebagai bahasa pemersatu seluruh daerah jajahannya. Pengaruh Alexander Agung dalam hal bahasa begitu mencolok sampai di abad pertama bahkan sampai berakhirnya era Yunani Koine (umum) tahun 330 M.

Author Biographies

  • Dedi Bastanta

    Dedi Bastanta adalah Dosen Teologi (Perjanjian Baru) pada Program Studi Pasca Sarjana STT Injili  Indonesia Medan

  • Wahyu Triwira Tarigan, Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Medan

    Wahyu Triwira Tarigan adalah Dosen Prodi Pendidikan Agama Kristen STT Injili Indonesia Medan

References

Published

2026-10-13

Issue

Section

Articles

How to Cite

PRINSIP-PRINSIP PENAFSIRAN PENGGUNAAN SEPTUAGINTA (LXX) OLEH PENULIS PERJANJIAN BARU DALAM MENGUTIP PERJANJIAN LAMA. (2026). KERUGMA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 8(2), 20-29. https://journal.sttii-medan.ac.id/index.php/kerugma/article/view/35

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.